Home » Posts tagged 'HR manajemen'

Tag Archives: HR manajemen

Seluk Beluk tentang PPh 21 untuk Karyawan Kontrak

Saat ini persaingan makin meningkat di dunia kerja, fenomena karyawan kontrak di Indonesia sendiri telah berlangsung cukup lama, baik dilakukan oleh perusahaan lokal maupun perusahaan asing.

Tak jarang banyak perusahaan mau menggunakan karyawan kontrak bagi dengan berbagai alasan. Diantaranya adalah karena kemampuan perusahaan terbaru yang belum mapan, membutuhkan pembiayaan, pengelolaan dan iklim usaha serta meningkatkan stabilitas perusahaan.

Maka dari itu, setiap perusahaan telah menerapkan berbagai peraturan yang berkaitan dengan perjanjian kerja untuk karyawan kontrak. Salah satu peraturan tersebut adalah peraturan perpajakan PPh 21 yang berlaku dalam sistem kontrak. Berikut ulasan lengkap tentang pengertian karyawan kontrak dan perhitungan PPh 21 untuk karyawan kontrak.

Pengertian Karyawan Kontrak

Secara hukum, karyawan kontrak adalah karyawan dengan status bukan karyawan tetap. Dengan kata lain, karyawan kontrak juga adalah karyawan memiliki perjanjian kerja dengan perusahaan terbatas untuk jangka waktu tertentu atau berdasarkan selesainya suatu pekerjaan tertentu.

Istilah karyawan kontrak sering disebut ‘’Karyawan PKWT’’, artinya karyawan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Secara praktek, setiap perusahaan yang menerapkan sistem kontrak jangka waktu tertentu, sebelum kemudian karyawan tersebut diangkat menjadi karyawan tetap.

Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER 16/PJ/2016 pada Pasal 1 ayat 10, karyawan tetap merupakan karyawan yang memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas yang secara teratur terus menerus ikut mengelola kegiatan perusahaan secara langsung, serta karyawan yang bekerja berdasarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu

Perhitungan PPh 21 Karyawan Kontrak

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (KEP) no. 545/PJ./2000, untuk menghitung PPh 21, meskipun status karyawan adalah “kontrak’’, baik kontrak untuk jangka waktu tertentu atau berdasarkan pekerjaan tertentu, karyawan tersebut bisa memperoleh gaji dan atau imbalan dalam jumlah tertentu secara berkala. Maka dari itu, cara perhitungan PPh 21 untuk karyawan kontrak sama dengan karyawan tetap.

Namun, perbedaannya terletak pada pengurang biaya jabatan yang diperoleh sebesar 5% dari penghasilan bruto, dengan batas maksimum Rp 500.000 per bulan sejak tahun 2009.

Contoh Kasus

Pamela dengan status hubungan kerja perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) digolongkan sebagai karyawan kontrak yang dikenakan PPh 21 sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Dirjen Pajak PER-32/PJ/2015. Pamela adalah karyawati yang bekerja sebagai staf Administrasi di PT XYZ dengan memperoleh upah pokok sebulan Rp 7.000.000,00. PT XYZ mengikutsertakan karyawan tersebut ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, premi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK) dibayarkan oleh pemberi kerja sebesar 0.5% dan 0.3%. Pamela dapat menanggung iuran Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 2% dari upah setiap bulan. Maka perhitungan besarnya PPh 21 yang diterima Pamela di bulan September adalah:

  • Upah pokok = Rp 7.000.000
  • JKK = 0.5% x Rp 7.000.000 = Rp 35.000
  • JK = 0.3% x Rp 7.000.000 = Rp 21.000

Penghasilan bruto = Upah pokok + JKK + JK

= Rp 7.000.000 + Rp 35.000 + Rp 21.000

= Rp 7.056.000

Jumlah penghasilan bruto yang didapat Pamela adalah Rp 7.056.000,-

Pengurangan:

  • Biaya jabatan = 5% x 7.056.000 = Rp 353.152
  • Iuran JHT = 2% x 7.000.000 = Rp 140.000

Total biaya jabatan + iuran JHT = Rp 493.152

Penghasilan netto adalah total penghasilan bruto dikurangi dengan total biaya jabatan dan iuran JHT.

Penghasilan netto = Rp 7.056.000 – Rp 493.152 = Rp 6.562.848

Penghasilan netto setahun = Rp 6.562.848 x 12 bulan = Rp 78.754.176

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) diatur berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 Pasal 1.

PTKP

  • Untuk WP sendiri = Rp 54.000.000 (tarif PTKP untuk wajib orang pribadi)
  • Total PTKP = Rp 54.000.000

Total Penghasilan Kena Pajak (PKP) setahun = Penghasilan netto setahun – total PTKP

= Rp 78.754.176 – Rp 54.000.000

= Rp 24.754.176

PPh 21 terhutang setahun

= 5% x Rp 24.754.176

= Rp 1.237.709

PPh 21 terhutang dalam bulan September = Rp 1.237.709 / 12 bulan = Rp 103.142,-

Demikian informasi tentang pengertian karyawan kontrak beserta perhitungan PPh 21 untuk karyawan kontrak. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!

Strategi Mengatasi Konflik di perushaaan

Strategi manajemen konflik – Beragam perbedaan pendapat, tujuan, kepentingan, proses berpikir dan berselisih paham akan mengarah pada konflik. Konflik yang tidak dapat diselesaikan dengan baik akan berdampak pada menurunnya kepercayaan pada organisasi dan menurunnya produktivitas seorang karyawan.

Dalam organisasi yang sangat menuntut adanya kerjasama tim, konflik yang tidak tertangani menjadi sinyal kuat akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Munculnya suatu konflik sehingga manajemen konflik dalam organisasi berperan penting untuk menjaga iklim kerja yang kondusif dalam organisasi.

Apa itu Manajemen Konflik?

Manajemen konflik berperan dalam mengelola konflik untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien dalam menyelesaikan suatu masalah. Manajemen konflik merupakan salah satu cara yang digunakan oleh individu untuk menghadapi perselisihan antara dirinya dengan orang lain. Sehingga individu tersebut mendapatkan solusi tepat dan jalan keluar terhadap masalah atau konflik yang dihadapi.

Mengelola konflik perlu menggunakan skala prioritas agar konflik tersebut tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi dan integrasi antara fungsi dan divisi dalam organisasi. Sebagai karyawan atau pemilik usaha, Anda harus bisa menangani konflik sebelum konflik semakin meningkat dan tidak bisa diperbaiki. Berikut lima strategi manajemen konflik yang bisa Anda pelajari.

5 Strategi Manajemen Konflik

5 Strategi Manajemen Konflik

1 ) Akomodatif (Accomodating)

Strategi akomodatif mengharuskan salah satu pihak mengalah untuk bisa menyelesaikan suatu konflik. Strategi ini tepat digunakan ketika salah satu pihak ingin menjaga suasana kerja yang damai, tanpa konflik dan mengabaikan keinginan diri sendiri dengan memuaskan kebutuhan orang atau kelompok. Biasanya strategi ini dilakukan oleh pihak lain yang lebih profesional atau memiliki solusi tepat dalam mengatasi konflik. Dengan kata lain, strategi akomodatif adalah strategi “Saya Kalah, Anda Menang” atau “I lose, You Win”.

2 ) Menghindari (Avoiding)

Strategi menghindari adalah upaya untuk menunda konflik dengan menghindari peraturan, kebijakan dan pengambilan keputusan. Dengan menunda atau mengabaikan konflik, Anda berharap masalah akan terselesaikan dengan sendirinya. Pada umumnya, mereka yang aktif menghindari konflik memiliki harga diri rendah atau memegang posisi atau jabatan yang rendah dan juga tidak berdaya dalam menghadapi konflik secara langsung. Dalam strategi ini, tidak ada pihak yang jadi pemenang dan juga tidak ada pihak yang kalah atau “No Win – No Lose”.

3 ) Kolaborasi (Collaborating)

Kolaborasi dilakukan dengan cara mengintegrasikan ide-ide dari beberapa orang yang menghadapi konflik. Tujuannya adalah untuk memuaskan semua pihak yang sedang konflik dan juga menemukan solusi kreatif yang dapat diterima oleh semua orang. Diperlukan diskusi bersama tentang permasalahan dan mencari solusi terbaik serta diperlukan kejujuran, kepercayaan dan komitmen dari semua pihak.

Gaya kolaborasi ini adalah cara yang sangat berguna untuk menggabungkan wawasan dari orang-orang dengan perspektif yang berbeda tentang suatu masalah. Sehingga dapat menghasilkan sebuah komitmen yang kuat dari masing-masing pihak. Dengan kata lain, strategi kolaborasi adalah strategi “Saya Menang, Anda Menang” atau “I win, You win”.

Namun dalam menerapkan strategi ini, perlu hati-hati karena tidak semua konflik dapat diselesaikan dengan strategi ini karena banyak memakan waktu untuk bisa mencapai kesepakatan dalam menyelesaikan konflik.

4 ) Kompromi (Compromising)

Strategi kompromi ini dilakukan dengan cara melakukan pendekatan kepada pihak yang yang sedang dalam konflik bersedia untuk mengalah atau tidak mendapatkan apa yang sebenarnya mereka inginkan demi menjaga hubungan dan kepentingan bersama.

Biasanya strategi ini dilakukan oleh orang-orang dengan kekuatan yang setara dan memilki tujuan yang sama. Strategi ini juga dilakukan ketika pemilik bisnis sedang dalam proses negosiasi dalam kontrak bisnis atau terjadi pemungutan suara (voting). Dalam strategi ini, tidak ada pemenang atau pecundang atau “No Win – No Lose” dalam suatu konflik.

5 ) Kompetisi (Competing)

Strategi kompetisi ini menggunakan pendekatan ‘menang-kalah’, dimana satu pihak yang berkompetisi termotivasi untuk mengalahkan pihak lawan. Strategi ini menjadi pilihan terbaik karena seringkali meningkatkan produktifitas kedua belah pihak yang akan mempengaruhi kinerja perusahaan.

Dalam strategi ini, yang perlu diantisipasi adalah aturan yang jelas tentang etika berkompetisi supaya tidak bersifat saling menjatuhkan dengan berbagai cara. Diperlukan sebuah tindakan tegas untuk menyelesaikan konflik tanpa bekerjasama dengan pihak lain dan bahkan dengan mengorbankan pihak lain. Dengan kata lain, strategi kompetisi adalah strategi “Saya Menang, Anda Kalah” atau “I Win, You Lose“.

Demikian informasi dari Payrollbozz mengenai strategi manajemen konflik. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!

Strategi pengembangan HR ala Apple company yang bisa di contoh

Strategi HR – Produk-produk apple tentunya sudah sangat familiar di pasaran, dan banyak dari kita yang menggunakan produk asal california ini karena alasan Build quality yang sangat baik, terobosan teknologi terbaru, desain yang memukau sampai perasaan status sosial naik ketika menggunakan brand mahal ini.

Dibalik kesuksesan Apple sendiri ada sosok jenius penuh inovasi bernama Steve jobs, ialah penemu brand Apple sekaligus orang yang membawa perusahaan berlogo apel menjadi sangat sukses. Sosoknya yang inspiratif dan kreatif ini juga ditularkan kepada anak buahnya, bahkan hingga sampai saat mendiang steve jobs sudah tidak ada lagi dia masih tetap menjadi role model.

Semangat steve jobs juga mempengaruhi sistem pengembangan SDM di perusahaan tersebut, yang mana mereka juga menyadari bahwa SDM merupakan aset terbesar, karena tanpa mereka tidak akan lahir suatu kreativitas baru dalam produk Apple.

Untuk itu selain memberikan fasilitas nomor satu Apple.Inc juga menggali potensi dari setiap karyawan dengan sangat tekun, hal ini dilakukan bukan semata-mata untuk bisa menciptakan produk berkualitas, melainkan juga untuk meminimalisir ketegangan persaingan antar karyawan yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang.

People management adalah salah satu strategi HR yang hingga saat ini diterapkan oleh Apple, yang mana pada strategi HR ini menekankan penggalian potensi individu berdasarkan kemampuan masing-masing, Apple tidak membatasi para ilmuannya untuk bereksperimen mereka sangat mendukung para pekerjanya untuk bekerja dan berfikir sesuai dengan gaya masing-masing.

Manfaat penggalian potensi individu ini selain dapat menghasilkan produk terbaik, juga bisa membuat seluruh karyawan Apple dapat terlibat dan berkolaborasi bersama dengan menggabungkan karyanya masing-masing sehingga satu sama lain dapat menutupi kekurangan.

Apple company juga mengakui bahwa kreativitas akan membawa orang-orang yang terlibat dalam perusahaan untuk berfikir lebih serius dan kreatif yang hingga pada akhirnya mampu menciptakan suatu karya/produk terbaik dan berkualitas tinggi yang mendapat pengakuan positif dari masyarakat.

Apa yang bisa diambil dari strategi HR Apple ?

Apple juga tidak serta-merta mendapatkan hasil dari pengembangan SDM tersebut, mereka butuh proses bahkan strategi HR people management juga mengalami kegagalan ketika pertama kali di praktikan. Namun dengan kesabaran tim manajemen SDM Apple berhasil memadupadankan antar karyawan. Yang bisa kita jadikan pelajaran dari strategi manajemen SDM ini yang pertama adalah :

1 ) Lakukan pendidikan dan pelatihan rutin

Apple company selalu menggali potensi SDM-nya dengan rutin melakukan pelatihan-pelatihan, dengan begini karyawan Apple dapat memunculkan ide kreatifnya serta dapat bekerja sesuai konsep perusahaan.

Apple juga memiliki sistem adminstrasi HR yang baik, dengan begini tim manajemen SDM dapat fokus untuk pengembangan karyawan.

2 ) Fasilitas layak untuk semua karyawan

Karyawan merupakan aset perusahaan untuk Apple, karena terobosan terbaru datang dari pemikiran mereka. Apple dan perusahaan besar lainnya seperti microsoft juga sangat memanjakan SDM-nya, dan memperhatikan pekerjanya hingga hal yang kecil sekalipun, seperti "employee mood" .

Sadar akan emosi seseorang dapat tidak terkendali ketika stress melanda, Apple dan perusahaan raksasa lainnya coba memberikan fasilitas nomor satu untuk karyawannya, mulai dari makanan enak & bergizi, zona bermain, waktu yang fleksibel, lingkungan kerja yang mendukung dan lainnya.

3 ) Kebebasan berinovasi

Apple sangat membuka ruang untuk karyawannya untuk berpikir dan berinovasi, seperti yang disebutkan di atas. Karena dengan begini semua karyawan dapat berkolaborasi bersama guna menciptakan produk yang berkualitas.

4 ) Meminimalisir hirarki

Meminimalisir Hirarki dalam organisasi untuk Apple memang masih menemui kendala, hal ini tidak terlepas karena jumlah karyawannya yang banyak. Namun ada cara yang dapat digunakan yakni dengan Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi.

Selain itu HR management Apple juga menganjurkan untuk semua divisi dapat melakukan rapat rutin guna membangun komunikasi yang baik antar lini, serta hal ini juga berguna untuk menghindari konflik vertical juga horizontal di dalam perusahaan.

Dan demikian adalah strategi HR ala apple yang bisa di praktikan untuk perusahaan anda, kunci dari cara apple company dalam membangun SDM berkualitas adalah dengan menanamkan mindset bahwa semua karyawan yang bekerja adalah aset perusahaan, maka mereka perlu dirawat dengan baik.